Rabu, 01 Januari 2014

Konflik batin terhadap diri sendiri

Pengertian konflik batin
Konflik  adalah suatu pertentangan , percekcokan dan perselisihan. konflik dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun seseorang berada. Konflik biasanya terjadi akibat adanya dua atau lebih keinginan, pendapat atau gagasan yang bertentangan sehingga  mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat. Karena itu konflik dapat merupakan hambatan bila tidak segera dicari pemecahannya.Dalam hal ini konflik yang berhubungan dengan pribadi, keluarga dan warga sekolah.



konflik bisa berasal dari 

terkadang seseorang jika memiliki konflik batin terkadang dia akan memendam dan tak mau orangpun tahu akan masalahnya , tetapi sebenarnya cara itu salah ,karena jika dipendam akan terjadi perubahan sikap pada diri sendiri hingga berujung stress. konflik batin biasanya terdapat dalam lingkup keluarga,pertemanan,pacar ataupun dalam bidang pendidikan tapi ada juga punya konflik batin terhadap diri sendiri misalnya saya sudah beranjak dewasa tapi saya tidak menunjukan kepribadian dewasa sehingga lingkungan sekitar kadang mengucilkan mereka. hingga mereka berusaha untuk membentuk jati diri hingga membentuk kepribadian dewasa.
bagaimana cara memecahkan  masalah konflik batin 
1. menemukan sumber masalah
2. mengatasi konflik
kita harus tau letak kesalahan kita,dimana sumber masalah kita berasal,karena jika kita tidak menemukan kesalahan kita otomatis kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang terdapat dalam diri kita

yang paling dasar adalah setelah kita mengetahui letak masalah kita, selanjutnya kita harus bisa mengintropeksi diri . contoh hal jika kita memilik konflik batin terhadap seorang kekasih dengan hubungan yang telah berahkir sehingga kita akan memiliki gelisah atau tidak terbiasa dengan kehidupan yang biasa seperti sebelumnya tanpa seseorang kekasih . kemudian kita pribadi ingin mengatasi permasalahan ini dengan cara berusaha tidak sedih tetapi kita pribadi ingin berusaha bahagia dengan melakukan hal hal yang positif dengan belajar dengan giat sehingga otomatis kita akan terbiasan dengan hal hal ini.
sumber:

Pelapisan masyarakat di lingkungan




Pelapisan sosial

Stratifikasi Sosial (Social Stratification) berasal dari kata bahasa latin “stratum” (tunggal) atau “strata” (jamak) yang berarti berlapis-lapis. Dalam Sosiologi, stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat. stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan dan/atau pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat. 

1. kelas atas
2. kelas tengah
macam macam status sosial yang ada di masyarakat yakni :
terjadinya pelapisan sosial
Beberapa kriteria yang menyebabkan terjadinya stratifikasi sosial adalah sebagai berikut
A. Ukuran Kekayaan 
Pelapisan masayarakat di lingkungan RT 

pelapisan sosial dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Ascribed status yaitu status yang dilihat dari sejak lahir yakni jenis kelamin , ras , suku dll.
2. Achieved status yaitu status yang dilihat dari seberapa keras usahanya yaitu berupa harta,pendidikan.
3. Assigned status yaitu sebuah status yang di peroleh seseorang  dalam lingkungan karena mereka dapat dipercayakan dalam usahanya.

A. Terjadi dengan sendirinya 
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri . karena itu tumbuh dengan alamiah tanpa ada unsur kesengajaan.
B.  Terjadi dengan disengaja
Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama . Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan  kepada seseorang .

karena setiap tingkatan ekonomi akan memiliki derajat yang beda
B. Ukuran Kekuasaan
karena setiap wewenang memiliki tingkatannya
C. Ukuran Kehormatan
orang yang di hormati akan memiliki derajat diatas
D. Ukuran Ilmu-Pengetahuan
orang yang memiliki ilmu akan dihargai sehingga dia memiliki derajat yang berbeda.


Di lingkungan saya memang setiap keluarga berbeda beda,terutama yang menonjol yaitu dilihat dari segi harta,karena faktor ekonomi dari tiap tiap itu berbeda beda , dan saya termasuk ke dalam yang kelas tengah karena saya merasa cukup dengan terpenuhi dari segi sandang dan pangan.kemudian di lingkungan saya ada yang memiliki pekerjaan dan jabatannya yang tinggi . sehingga dia memiliki derajat yang berbeda dari tetangga sekitar. ada pula bapak rt yang memiliki wewenang berbeda dengan lainnya. karena dia dapat mengurusi kebutuhan kebutuhan seperti pengurusan ktp dan lainnya sehingga dia dapat dipandang orang.